JIKA GAGAL MENDAPATKAN SESUATU, HANYA SATU HAL YANG HARUS DILAKUKAN, “COBA LAGI”!!!!!

Sabtu, 22 November 2014

Cara Mengolah Lidah Buaya


Kategori : Resep Makanan

Lidah buaya atau  Aloe Vera, selama ini dikenal sebagai salah satu tanaman penghias taman. Bentuknya yang indah dan unik memang menjadikan ia segar dipandang mata. Di balik keelokannya, Aloe Vera juga menyimpan sejuta manfaat bagi manusia. Abad ini, lidah buaya tak lagi dikenal semata-mata sebagai tanaman hias saja. Ia telah dibudidayakan dalam skala besar sebab pangsa pasarnya telah merambah hampir semua lini industri, sebut saja indusri kuliner, pengobatan dan juga kosmetika. Mungkin Anda telah mahfum dengan kosmetika juga obat-obatan berbahan lidah buaya. Lantas bagaimana dengan kuliner? Apa lidah buaya nikmat dikonsumsi? Artikel ini akan menjawab pertanyaan Anda. Kami menyajikan beberapa resep kuliner berbahan utama tanaman ini. Selain nikmat, konsumsi lidah buaya juga dipercaya bisa meningkatkan kesehatan kita. Berikut kami sajikan beberapa cara mengolah lidah buaya khusus untuk Anda. Silahkan dicoba. 


Pengolahan Pertama 


Sebelum daging lidah buaya siap untuk diolah menjadi berbagai macam kulinr, terlebih dahulu Anda harus meracik daging tersebut dengan beberapa bahan sebab memang rasa asli lidah buaya sedikit getir dan berbau. Rasa ini akan membuat olahan lidah buaya Anda kurang nikmat. Bagimana
 cara mengolah lidah buaya agar rasanya pas? Berikut langkah demi langkahnya: 
1.        Pertama cuci lidah buaya Anda sampai bersih. Dan kemudian pisahkan kulit lidah buaya dengan daging dalamnya yang berlendir.
2.       Kemudian cuci daging lidah buaya dengan air bersih dan mengalir agar lendirnya hilang. Selanjutnya, potong dadu.
3.       Rendam daging lidah buaya tersebut dengan larutan air garam selama 20 menit. Setelah cukup, bilas lagi. Jika belum bersih, Anda bisa mengulangi langkah ini beberapa kali.
4.       Setelah lidah buaya bebas dari lendir dan bau, dagingnya kemudian direbus di air mendidih dengan durasi kira-kira 15 menit. Tambahkan juga dua atau tiga simpul daun pandan agar lidah buaya lebih nikmat.
Daging lidah buaya yang telah diolah tersebut siap untuk Anda racik menjadi beberapa jenis minuman dan makanan nikmat. Jika Anda menyukai jus, berikut kami sajikan cara mengolah lidah buaya menjadi jus nikmat dan segar: 

Siapkan bahan-bahan berupa:
 
1.        Daging lidah buaya secukupnya.
2.       Batu es secukupnya.
3.       Air perasan lemon, 1 sendok teh.
4.       Madu kental sebanyak 3 sendok makan.
5.       Buah tambahan, bisa jeruk, anggur atau buah dengan citrus lainnya.
Cara membuat jus lidah buaya: 

Masukkan potongan daging lidah buaya ke dalam mesin blender bersama dengan buah tambahan misalnya anggur. Campur juga dengan bahan-bahan lainnya seperti batu es, madu dan juga air perasan lemon. Nyalakan mesin dan blender semua bahan hingga lumat sempurna. Selanjutnya, jus telah jadi dan siap Anda nikmati.
 

Masih ada banyak
 cara mengolah lidah buaya lainnya. Anda bisa mengkreasikannya sesuai dengan selera dan kegemaran Anda sehingga manfaat lidah buaya dapat diperoleh secara maksimal. Penganan berbahan utama lidah buaya cukup nikmat dan tentu sehat. 


Cara Teknis Budidaya Tanaman Lidah Buaya

Senin, 5 Mei 2014 | Dibaca 627 kali
Url Beritahttp://analisadaily.com/assets/image/share_button/facebook.pnghttp://analisadaily.com/assets/image/share_button/twitter.pnghttp://analisadaily.com/assets/image/share_button/email.pnghttp://analisadaily.com/assets/image/share_button/print.png
http://analisadaily.com/assets/image/news/2014/05/2014050423142813992200685366676473b141.jpg
Foto/Int
ALOEVERA sangat cocok dikembangkan di daerah tropis seperti Indonesia. Berikut cara teknis budidaya tanaman ini.
Penyediaan  Bibit. Spesies tanaman lidah buaya di Kalimantan Barat adalah Aloe vera (L.) Webb. Pengadaan bibit diperoleh hanya dengan memisahkan dan mengumpulkan anakannya yang tumbuh (5-8   batang) di sekeliling tanaman induknya, berukuran kira-kira sebesar ibu jari.   
Anakan tersebut kemudian didederkan terlebih dahulu dipesemaian beratap hingga didapatkan bibit yang selanjutnya diseleksi ukurannya untuk mendapatkan yang berukuran seragam dan memenuhi syarat (3-4 minggu dipesemaian, tinggi bibit 10-20 cm).
Pupuk kandang atau   kompos biasanya digunakan untuk menyiapkan bedengan pesemaian yang  subur. Pemeliharaan semaian dilakukan dengan  seksama, di antaranya dengan    melakukan penyiraman    dan pengendalian hama penyakit dan gulmanya   apabila diperlukan.   
Petani dapat pula menyiapkan kebun lidah buaya  yang  khusus  untuk  sumber anakan. Polibag bisa digunakan untuk menggantikan bedengan  pesemaian.
Bibit lidah buaya dapat   pula diperoleh dengan   menggunakan stek batang. Namun, karena batang  tanaman ini pendek, tidak  banyak bibit yang dapat dihasilkan dari stek tersebut. Bibit dapat pula diperoleh dari anakan yang tumbuh di sekitar tanaman hasil peremajaan, yakni yang dipotong batangnya setinggi permukaan tanah.
Pembukaan  Lahan
Pembukaan lahan dimulai dengan memotong    semak-semak (dan  pohon-pohon jika ada), menggali    perakarannya, dilanjutkan dengan membakar seluruh    biomas tersebut (di masa depan disarankan agar petani tidak melakukan  pembakaran biomas, melainkan  mengomposkannya).
Selanjutnya dibuat jalan kebun disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya terletak di tengah-tengah kebun selebar 2 meter agar gerobak dorong dapat dengan leluasa bergerak mencapai kebun dari jalan utama.
Pembersihan Lahan
Lahan dibersihkan dari   sisa-sisa biomas pasca pembakaran dan bebatuan yang ada. Sisa-sisa biomas dan bebatuan tersebut disingkirkan dari lahan produksi  agar tidak menjadi sumber  infeksi jasad pengganggu tanaman atau menjadi gangguan dalam penyiapan  lahan selanjutnya.
Selanjutnya dibuat parit keliling, selebar 60-75 cm dan   sedalam 100 cm dibuat di sekeliling lahan, berfungsi sebagai batas kebun lidah buaya dan sebagai saluran drainase. Kondisi parit dipertahankan agar dapat memenuhi fungsinya dengan cara diperbaiki bilamana mengalami kerusakan atau  pendangkalan.
Selanjutnya penyiapan bidang tanam, yakni tanah dicangkul hingga gembur sebelum dibuat bedengan tanam atau langsung ditanami dengan lidah buaya. Uukurannya disesuaikan dengan jarak tanam lidah buaya, misalnya berukuran lebar 120 cm dan tinggi 30 cm, dengan panjang  tergantung pada kondisi lahan.
Setelah pencangkulan selesai, abu bakaran hasil    pembukaan lahan atau yang didatangkan dari luar kebun ditabur merata  (1.5-2.0 kg m2)  di permukaan  bedengan.
Di  lahan gambut, seperti Kota Pontianak, petani umumnya tidak membuat bedengan tanam. Bedengan tanam akan terbentuk dengan sendirinya bilamana petani membumbun tanamannya atau   meninggikan tanah tempat tumbuh tanaman tersebut bilamana batangnya semakin tinggi.
Selanjutnya dibuat lubang  tanam sedalam  bilah cangkul (20 cm)  dipersiapkan dengan jarak tanam tertentu (misalnya jarak antar barisan 1-1.5 m dan jarak dalam barisan 0.8-1.0m).  Demikian  pula, lubang untuk penyimpanan pupuk dibuat di samping lubang tanam.
Kemudian, bibit dipilih yang    paling seragam pertumbuhannya, diambil (berikut tanahnya) dengan hati-hati dari bedengan persemaian atau dilepaskan berikut tanahnya dari polibag  pesemaian, kemudian  diletakkan di dalam lubang tanam yang telah dipersiapkan, dikubur, dan dipadatkan tanahnya.
Pemupukan harus dilakukan sesuai dengan takaran untuk menunjang pertumbuhan lidah buaya lebih baik.
Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman mencakup kegiatan penyulaman, penyiraman, pemupukan, pengendalian hama-penyakit, pengendalian gulma, pembuangan daun busuk, penyobekan, dan pembumbunan tanaman.
Penyulaman tanaman    dilakukan menggunakan bibit    yang seumur, yang ditinggalkan  di pesemaian untuk tujuan ini.  Penyulaman dilakukan sesegera mungkin jika ada tanaman yang  mati, biasanya 1-3 minggu  setelah tanam agar tidak ada    tanaman sulaman yang    tertinggal pertumbuhannya.
Kelembaban tanah dipertahankan dengan penyiraman jika dianggap perlu (tidak  turun  hujan). Pemupukan ulang  juga perlu dilakukan.
Pengendalian  hama  penyakit  dilakukan   sesuai   keperluan. Hama yang biasa menyerang lidah buaya di kebun  petani adalah ulat daun atau  bekicot. Ulat dikendalikan  secara kimiawi, sedangkan  bekicot dikumpulkan secara  manual untuk dibunuh. Penyakit yang umum adalah busuk pangkal batang yang disebabkan oleh cendawan    Fusarium sp. Pengendaliannya  menggunakan fungisida seperti   Dithane M-45 dan Benlate dengan   konsentrasi 2 g/liter.
Pada umumnya petani    menganggap serangan hama-penyakit tidak berpengaruh  banyak pada penurunan hasil  daun.
Gulma dikendalikan  dengan herbisida yang sesuai atau dicabut oleh petani secara   manual sepanjang umur tanaman.   
Pembuangan daun yang busuk dilakukan setidaknya bersamaan waktunya dengan pemanenan    untuk menjaga kesehatan tanaman. Penyobekan adalah kegiatan    pemisahan anakan yang tumbuh    di sekitar tanaman sejak tanaman   berumur 5-6 bulan agar pertumbuhan tanaman induknya tidak   terganggu (kerdil). Penyobekan   dilakukan secara hati-hati dengan  pisau  tajam  akar  tidak  merusak  perakaran  tanaman  induknya.  Hasil sobekan  dapat  dimanfaatkan  untuk  sumber  bibit,  didederkan di pesemaian.
Panen
Panen pertama daun lidah buaya dapat dilakukan pada tanaman berumur 8-12 bulan tergantung pada keadaan penampakan daunnya, apakah telah memenuhi persyaratan atau belum. Penampakan daun tersebut dipengaruhi oleh kesuburan tanah: daun berukuran besar jika tanahnya subur, jika kecil kesuburan tanah  kurang. Daun yang dipanen adalah 1-2 helai yang paling tua/paling bawah di pohonnya.  Kualifikasi mutu  daun yang dapat dipanen ini telah   mencapai bobot minimal 0.4 kg   (memenuhi kelas  mutu  B)

Rabu, 15 Oktober 2014



A. JARINGAN PADA TUMBUHAN
Pada tumbuhan ,jaringan dapat dikelompokkan sesuai dengan fungsinya sehingga dapat beberapa macam.
1. Jaringan Meristem
Jaringan yang terdiri atas sekelompok sel-sel yang mempunyai sifat selalu membelah diri
no
Macamnya
definisi
Terdapat
1
Promeristem
Jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih ada dalam masa embrional

2
Meristem primer
Jaringan meristem yang masih bersifat membelah diri (merismatik) untuk melakukan pertumbuhan primer kearah vertikal.
Di ujung batang, ujung akar, kuncup bunga
3
Meristem sekunder
Jaringan meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami deferensiasi dan spesialisasi tetapi menjadi embrional kembali. pada pertumbuhan selanjutnya sel-selnya masih bersifat merismatik untuk melakukan pertumbuhan sekunder kearah horizontal.
Di kambium gabus terbentuk dari sel-sel koteks dibawah epidermis dan kambium fasikuler membentuk xilem dan floem sekunder sehingga batang dikotil bertambah besar.
2. Jaringan Permanen.(Dewasa)
Jaringan yang tidak merismatik kembali.Terbentuk oleh adanya deferensiasi dan spesialisasi dari sel-sel meristem,baik meristem primer atau sekunder.
Sifat-sifat jaringan permanen(Dewasa)
  1. Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri
  2. Mempunyai ukuran yang relatifikit dan merupakan selaput besar dibanding sel-sel meristem
  3. Mempunyai vakuola besar,sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel
  4. Kadang-kadang selnya telah mati
  5. Selnya telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya
  6. Diantara sel-selnya dijumpai ruang antar sel
Menurut fungsinya , jaringan permanen dibagi menjadi :
No
Jaringan
Permanen
Penyusunnya
Macamnya
Fungsi
1
Jaringan epidermis
Tersusun selapis sel yang pipih dan rapat dan tidak terdapat ruang antar sel
1. epidermis daun.
Modifikasinya : kutikula,lapisan lilin,bulu-bulu halus, stomata
2. epidermis batang
Modifikasinya : kutikula dan bulu-bulu
3. epidermis akar
Modifikasinya bulu-bulu akar untuk memperluas bidang penyerapan
Untuk proteksi (pelindung)
2
Jaringan parenkim (jaringan dasar)
Tersusun atas sel-sel bersegi banyak,terdapat ruang antar sel,sel-selnya hidup,terdapat mulai dari sebelah dalam epidermis hingga empulur
1. parenkim palisade
2. parenkim spons
3. parenkim bintang
4. parenkim lipatan
1. untuk fotosintesa
2. untuk penimbun pada akar(umbi)
3. untuk transportasi pada xilem dan floem
4. untuk penyimpan air pada kaktus
5. untuk penyompan udara pada enceng  gondok
3
Jaringan penyokong (jaringanpenunjang)
1.jaringan kolenkim
2. jaringan sklerenkim
Tersusun atas sel hidup dengan penebalan sel selulosa yang tidak merata
Tersusun atas sel-sel mati ,dinding sel tebal kuat, dan mengandung lignin
a. serat sklerenkim
(serat)
selnya mati dengan bentuk panjang umum
nya terdapat pada permukaan batang,
contoh rami
b. sklerida (sel batu)
selnya mati ,bentuk bulat, dan berdinding keras sehingga tahan terhadap tekanan,contoh tempurung kelapa
Untuk menunjang agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh dan kuat.
4
Jaringan pengangkut
1.Xilem
(pembuluh kayu)
2.Floem
(pembuluh tapis/kulit)
Sel-sel penyusunnya :
a. trakeid
b. trakhea
c. parenkim xilem
sel-sel penyusunnya :
a. buluh tapis
b. sel pengiring
c. serabut floem
d. parenkim floem
Trakeid dan trakea merupakan sel-sel yang mati dan berdinding zat lignin
(zat kayu)
Untuk mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun
Untuk mengangkut hasil fotosintesa dari daun keseluruh tubuh tanaman
5
Jaringan sekretoris
Tersusun atas parenkim dasar yang mengalami deferensiasi
1. sel kelenjar
2. saluran kelenjar
3. saluran getah
- Menghasilkan senyawa hasil metabolisme
Contoh ; kulit kayu manis,sel minyak pada jarak
-Menghasilkan protoplasma yang kental (kelenjar)
Contoh : saluran kelenjar didaun pinus
-menghasilkan getah(latek) pada tanaman karet
6
Jaringan gabus
Tersusun atas felogen(kambium gabus)
1. Felem : membentuk gabus kearah luar
2. feloderm :
Membentuk gabus kearah dalam
-Untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air
- Untuk diambil gabusnya sebagai penutup botol pada Querqus suber
7
Jaringanklorenkim
Tersusun atas jaringan parenkim yang mengandung kloropil terletak pada bagian tumbuhan yang berwarna hijau.

Untuk melakukan fotosintesa pada daun,ranting hijau dan kelopak bunga

j
Macam-macam ikatan pembuluh
No
Ikatan pembuluh
pengertiannya
terdapat
1
Kolateral
Suatu ikatan pembuluh yang tersusun dari xilem dan floem yang letaknya bersebelahan didalam suatu jari-jari


a. kolateral terbuka
Bila antara xilem dan floem terdapat kambium
Di batang tumbuhan dikotil

b. kolateral tertutup
Bila antara xilem dan floem tidak terdapat kambium
Di batang tumbuhanmonokotil
2
Radial
Suatu ikatan pembuluh dengan floem dan xilem yang letaknya bersebelahan , tetapi tidak berada dalam jari-jari yang sama
Di akar monokotil
3.
Konsentris
Suatu ikatan pembuluh yang xilem dan floem berbentuk cincin silindris
Di akar dikotil

a. amfikribal
Bila letak xilem ditengah dikelilingi floem.
Di tumbuhan paku

b. amfivasal
Bila letak floem ditengah dan dikelilingi xilem
Di timbuhan Cirdyline sp
B. JARINGAN PENYUSUN ORGAN TUMBUHAN
I. AKAR
a.Fungsi akar :
1. menyerap air dan zat-zat makanan
1. memperkokoh berdirinya batang
2. sebagai alat penyimpan cadangan makanan
3. sebagai alat pembiak vegetatif
b.Struktur akar
1. Struktur akar dikotil
No
Jaringan
letak
fungsi
1
Epidermis/eksodermis
- bagian terluar akar
- jalan masuk air dan garam mineral
2
Korteks
- daerah disebelah dalam epidermis
- cadangan makanan
3
Endodermis
- lapisan sebelah dalam
korteks dan diluar perisikel
- mengatur masuknya air tanah kedalam pembuluh pengangkut
- menyimpan zat makanan
4
Perisikel
- sebelah dalam lapisan endodermis
- membentuk cabang akar dan kambium gabus
5
Xilem
- bagian tengah akar
- mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun
6
Floem
- diantara jari-jari yang dibentuk oleh xilem
- mengangkut zat makanan yang dibuat di daun menuju keseluruh bagian tanaman
7
empulur
- bagian tengah
- diantara bangunan bentuk bintang didalam xilem
- menyimpan cadangan makanan
2.Struktur akar monokotil
Struktur akar tumbuhan monokotil berbeda dengan akar tumbuhan dikotil
a) Epidermis,korteks,dan perisikel memiliki struktur ,lokasi dan fungsi seperti pada akar tanaman dikotil
b) Xilem dan floem seperti tanaman dikotil, tetapi letak keduanya saling berdekatan karena tidak memiliki kambium
c) Empulur ,terletak dibagian tengah dan dikelilingi xilem dan floem yang berselang-seling.
c. Modifikasi akar
Pada beberapa tumbuhan , akar dapat mengalami perubahan bentuk dan fungsinya(modifikasi)
No
Bentuk akar
Fungsi
1
Akar udara
Untuk mencegah kehilangan air yang terlalu besar
Terdapat pada tanaman anggrek
2
Pneumatofor
Sebagai alat untuk masuknya oksigen keakar
Terdapat pada tumbuhan yang tumbuh di rawa-rawa
3
Akar kontraktil
Untuk mengatur lamanya akar masuk kedalam tanah sampai lingkungan cocok untuk tumbuh
Terdapat pada akar dari umbi tanaman lili
4
Akar parasit
Sebagai alat penghisap (haustoria) yang akan masuk ke jaringan tumbuhan inang untuk memperoleh makanan
Terdapat pada tanaman parasit
5
Akar penyimpan ca
dangan makanan
Sebagai tempat untuk menyimpan cadangan makanan
Terdapat pada akar tanaman wortel dan ubi kayu
6
Akar penyimpan air
Sebagai tempat untuk meyimpan air di daerah kering yang beratnya sampai 50 kg atau lebih.
Terdapat akar tanaman cucurbitaceae
7
Akar tunjang
Sebagai alat untuk memperkokoh tanaman
Terdapat pada pohon beringin dan pandan

II. BATANG
a. Fungsi batang :
1. Menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun dan zat makanan dari
daun keseluruh bagian tubuh
2.Sebagai tenpat penimbunan cadangan makanan
3. Tempat melekatnya daun untuk mendapatkan cahaya
4. Tempat melekatnya bunga agar mudah melakukan penyerbukan
5. Tempat melekatnya buah yang mengandung biji agar dapat terpencar
b. Teori titik tumbuh
1. Teori Histogen dari Hanstein
Teori ini menyatakan bahwa titik tumbuh pada batang ada 3 lapisan , yaitu :
a) Dermatogen yaitu lapisan pembentuk epidermis
b) Periblem yaitu lapisan tengah pembentuk korteks
c) Plerom yaitu bagian tengah pembentuk stele
2. Teori Tunika Korpus dari Schmidt
Teori ini menyatakan bahwa titik tumbuh terdiri dari 2 lapisan , yaitu :
a) Tunika (lapisan luar) ,terdiri dari sel-sel yang aktif membelah sehingga memperluas titik tumbuh
b) Korpus (sebelah dalam tunika),terdiri dari sel-sel yang membelah kesegala arah dan berdeferensiasi.
c. Struktur Batang
Secara umum struktur batang tanaman terdiri atas tiga bagian , yaitu epidermis, korteks, dan stele. Adapun struktur anatomi batang(dari luar kedalam) beserta ciri-ciri dijelaskan pada tabel berikut.
No
Jaringan
Ciri-ciri
1
Epidermis
-Tersusun oleh selapis sel ,tersusun rapat, tanpa ruang antar sel, dinding luar terdapat kutikula uang berfungsi untuk melindungi batang dari kehilangan air yang terlalu besar.
Pada tumbuhan kayu yang telah tua terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer. Aktifitas kambium gabus adalah untuk melakukan pertukaran gas melalui celah yang disebut lentisel. Derivat epidermis antara lain sel silika dan sel gabus, misalnya pada batang tanaman tebu.
2
Korteks
- Tersusun oleh beberapa lapis sel parenkim yang teratur
Dan berdinding tipis, banyak ruang antar sel
-. Terdapat kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi sebagai penyokong dan penguat tubuh
- Sel-sel korteks sebelah dalam yang mengandung amilum disebut sarung tepung (floetherma)
3
Stele (silinder pusat)
- Lapisan terluar disebut Perisikel
- Idalamnya terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut.
1. Struktur Batang Dikotil
Jaringan penyusun batang dikotil, yaitu epidermis,korteks,endodermis,empulur,kambium,floem,xilem dan jari-jari empulur.
No
Jaringan
Letak
fungsi
a
Epidermis
- Bagian terluar batang
- Zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlampau banyak
b
Korteks
- Diantara lapisan epidermis dan lapisan endodermis
- Sel-sel kolenkim sebagai jaringan penunjang
- Sel-sel parenkim sebagai jaringan dasar,pengisi dan penyimpanan zat.
c
Stele
- Perisikel
- Sebelah dalam lapisan endodermi
- Menyelubungi berkas pembuluh batang
- Memberi kekuatan pada batang
Berkaspembuluh
1.floem
- Berkas dalam perisikel
- Bagian luar berkas pembuluh atau di bagian luar kambium
- Pengangkut zat
- Mengangkut zat makanan yang dibuat di daun menuju keseluruh tubuh.
2.xilem
- Bagian dalam berkas pembuluh atau dibagian dalam kambium
- Menyalurkan air dan garam-garam mineral dari akar kedaun
3. kambium
- Diantara berkas pembuluh xilem dan floem
- Kedalam membentuk jaringan xilem dan ke luar membentuk jaringan floem
2. Struktur Batang Monokotil
No
Jaringan
Letak
fungsi
1
Epidermis
- Bagian terluar batang
- Perlindungan terhadap kehilangan air
2
Meristem dasar
- Seluruh jaringan yang berada di bagian dalam epidermis
- Pada tumbuhan monokotil belum begitu jelas
3
Berkas pembuluh
- Tersebar pada meristem dasar
- Xilem dan floem berfungsi seperti pada tumbuhan dikotil.

3. Kambium
Batang dikotil dan Batang monokotil terdapat perbedaan yaitu adanya kambium pada batang dikotil
Berdasarkan letaknya, kambium ada 2 tipe yaitu:
a) Kambium vaskuler, kambium terletak antara berkas pengangkut dan parenkim
b) Kambium intervaskuler, kambium terletak diantara dua berkas pengangkut.
Khusus pada batang dikotil terjadi pertumbuhan batang sekunder yang merupakan aktivitas kambium. Oleh karena itu kambium sering disebut titik tumbuh sekunder
Akivitas kambium juga menyebabkan terbentuknya lingkaran tahun (annual ring) .Lingkaran tahun berbentuk lapisan melingkar berselang-seling berupa garis dan berguna untuk memperkirakan umur pohon.
Pembentukan sel-sel baru pada kambium menyebabkan sel-sel korteks terdesak membentuk lapisan sel merismatik yang disebut kambium gabus (feloderm).Kambium gabus menghasilkan 2 tipe , yaitu kearah luar membentuk jaringan gabus ( felem ) dan kearah dalam membentuk jaringan feloderm
d. Modifikasi Batang
Batang tumbuhan tertentu dapat megalami modifikasi ,yaitu :
1) Dibawah permukaan tanah, yaitu :
a. Rhizoma(rimpang),contoh; Jahe
b. Tuber (umbi),contoh: kentang
c. Bulbis (umbi lapis),contoh : bawang
d. Kormus, contoh : gladiol
2) Dipermukaan tanah,yaitu :
a. Runner/Stolon(geragih, contoh : semanggi dan rumput teki
b. Offset(geragih air), contoh : teratai
3) Diatas permukaan tanah,yaitu :
a) Tendril(sulur),contoh :markisa
b) Thorn(duri),contoh : jeruk nipis
c) Bulbil, contoh : nanas.
d) Batang seperti daun(Cladophyllis),contoh : asparagus


III DAUN
Daun merupakan organ tumbuhan yang terdiri atas bebrapa macam jaringan. Daun berupa organ tipis ,pipih, biasanya berwarna hijau dan tumbuh dari bagian batang.
a. Fungsi Daun
fungsi utama daun sebagai berikut:
  1. sebagai tempat proses fotosintesa
  2. sebagai tempat penyimpan bahan makanan
  3. sebagai alat pembiakan vegetatif
  4. sebagai alat evaporasi(penguapan
b. Struktur Daun
  1. Struktur Daun Dikotil
No
Jaringan
Ciri-ciri
Letak
Fungsi

a
Epidermis
-terdiri dari 1 lapis sel kecuali tanaman ficus(tanaman karet)
-menyusun lapisan permukaan atas dan bawah daun
-melindungi lapisan sel dibagian dalam dari kekeringan
-menjaga bentuk daun agar tetap

b
Kutikula
-penebalan dari zat kitin
-melapisi permukaan atas dan bawah daun
-zat kutin pada kutikula mencegah penguapan air melalui permukaan daun

c
Stomata
-celah pada epidermis dengan 2 sel penutup
-pada permukaan atas dan bawah daun
-sebagai jalan masuk dan keluarnya udara
-sel penjaga sebagai pengatur membuka dan menutupnya stomata

d
Rambut dan kelenjar
-Alat tambahan pada epidermis
-permukan atas dan bawah daun
-alat pengeluaran

E
Mesofil
-Terdiri dari sel parenkim, banyak ruang antar sel
-kebanyakan berdeferensiasi menjadi jaringan tiang(palisade)dan jaringanbunga karang(spons)
-sel-sel jaringan tiang berbentuk silinder,tersusun rapat,mengandung klorofil
-sel-sel jaringan bunga karang bentuknya tidak teratur,bercabang-cabang dab berisi kloroplas,susunannya renggang
-diantara lapisan epidermis atas dan bawah
-tempat berlangsungnya fotosintesa

f
Urat daun
-menyirip atau menjari
-pada helai daun
-transportasi zat
  1. Struktur Daun Monokotil
No
Jaringan
Ciri-ciri
Letak
Fungsi
a
Epidermis dan kutikula
-terdiri dari 1 sel dengan penebalan dari zat kutin
-lapisan permukaan atas dan bawah daun
-melindungi lapisan sel dibagian dalam dari kekeringan
-mencegah penguapan air melalui permukaan daun
b
Stomata
-Celah dengan 2 sel penutup
-berderet di antara urat daun
-sebagai jalan masuk dan keluarnya udara
c
Mesofil
-tidak mengalami diferensiasi,bentuknya seragam kecuali mesofil berkas pengangkut lebih besar,kloroplasnya lebih sedikit,dindingnya lebih tebal
-pada cekungan diantara urat daun
-membuat zat makanan melaui fotosintesis
d
Urat daun
-sejajar
-Pada helai daun
-transportasi zat
GAMBAR STRUKTUR DAUN

c. Modifikasi Daun
Pada beberapa jenis tumbuhan ,daun dapat mengalami modifikasi sebagai berikut:
1. sulur ,contoh : markisa
2. duri, contoh :kaktus dan asparagus
3. penyimpan cadangan makanan,contoh:bawang dan kubis
4. alat penangkaran,contoh :cocok bebek
5. penangkap serangga,contoh : kantong semar

IV. BUNGA DAN BUAH
Bunga dan buah bukan merupakan organ pokok pada tumbuhan, tetapi merupakan organ tambahan. Bunga dan buah merupakan hasil modifikasi atau perubahan bentuk dari organ pokok yang beradaptasi sesuai fungsinya.
Bunga lengkap mempunyai bagian-bagian :kelopak(kaliks),mahkota(corolla),benang sari(stamen),dan putik(pistillum). Helaian kelopak disebut sepala, merupakan bagian terluar dari bunga,berfungsi melindungi bunga pada waktu masih kuncup. Helaian mahkota(petala),biasanya berwarna mencolok dan beraneka ragam. Warna-warni helaian mahkota bunga berfungsi menatik serangga agar menghisap madu sekaligus membantu peyerbukan.
Alat kelamin jantan(androecium) terdiri dari sejumlah stamen. Stamen tersusun atas : kepala sari(antera) dan filamen.Didalam kepala sari terdapat 1 atau lebih ruang serbuk sari (teka), teka terdiri atas 2 kantong sari (Lokulomentum) yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari (pollen)
Alat kelamin betina(ginaesium) terletak dipusat bunga, tersusun dari daun buah (karpela), Bagian –bagian putik : kepala putik(stigma),tangkai putik(stillus), dan bakal buah(ovarium). Kepala putik merupakan tempat melekatnya serbuk sari saat penyerbukan karena biasanya lengket dan berambut. Tangkai putik merupakan saluran tempat lewatnya serbuk sari menuju ovariumsaat terjadi pembuahan,berfungsi menyokong kepala putik. Ovarium merupakan tempat sel telur.
Apabila serbuk sari dan putik telah masak dan terjadi penyerbukan yang diikuti pembuahan, kemungkinan dapat dihasilkan biji mengandung embrio atau lembaga. Biji dilindungi oleh kulit yang seluruhnya tersimpan dalam buah.
Bagian Bunga pada tanaman dikotil biasanya berjumlah 4-5 atau kelipatannya,sedangkanpada monokotil berjumlah 3 atau kelipatannya.

Gb. Penampang membujur bunga
V. PERBEDAAN TUMBUHAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL
MONOKOTIL
DIKOTIL
1. akar tersusun dalam akar serabut
2. akar dan batang tidak berkambium
3. batang tidak bercabang
4. pertulangan daun sejajar atau melengkung
5. biji yang berkecambah tetap utuh (berkeping satu)
6. jumlah bagian-bagian bunga 3 atau kelipatannya
7. ujung akar lembaga dan pucuk lembaga dilindungi oleh suatu sarung masing-masing disebut koleoriza dan koleoptil
8. berkas pembuluh angkut tidak teratur
1. akar tersusun dalam akar tunggang
2. akar dan batang berkambium
3. batang bercabang
4. pertulangan daun menyirip atau menjari
5. biji berkecambah berbelah dua (berkeping dua)
6. jumlah bagian-bangian bunga 4,5 atau kelipatannya
7. ujung akar lembaga tidak dilindungi oleh selaput pelindung
8. berkas pembuluh angkut teratur dalam lingkaran/cincin
C. KULTUR JARINGAN.
Kemampuan sel untuk menjadi individu baru disebut Totipotensi
Sifat totipotensi hewan lebih rendah daripada tumbuhan.Totipotensi pada tumbuhan
Dilakukan melalui Kultur Jaringan
1. Pengertian Kultur Jaringan
Kultur jaringan adalah metode pembudidayaan suatu jaringan tanaman secara vegetatipmenjadi tanaman kecil yang memiliki sifat sama dengan tanaman asalnya.
Teknik kultur jaringan memanfaatkan sifat totipotensi tanaman ,yaitu kemampuan setiap sel tanaman untuk tumbuh dan menjadi tanaman sempurna apabila berada dilingkungan yang sesuai.
Agar tanaman tumbuh sempurna ,suatu sel harus ditumbuhkan pada media khusus,yaitu :
  1. Pemilihan bahan tanaman (eksplan) yang baik,biasanya diambil dari jaringan meristem
  2. Penggunaan medium yang cocok. Medium ini harus mengandung lima kelompok senyawa, yaitu : garam anorganik,sumber karbon,vitamin,zatpengatur tumbuhdan pelengkap organik.
  3. Pencapaian keadaan aseptik,yaitu pengambilan eksplan secara steril
  4. Pengaturan udara yang baik
2,Teknik Kultur Jaringan
Berdasarkan bahan yang dikulturkan (eksplan), kultur jaringan dibedakan sebagai berikut:
a) Kultur embrio, yaitu eksplan berupa embrio tanaman,contoh : perbanyakan kelapa.
b) Kultur jaringan sel atau kultur kalus,yaitu eksplan berupa sel,contoh perbanyakan tanaman anggrek,kacang hijau,jagung,gandum.
c) Kultur meristem,yaitu eksplan berupa jaringan muda,contoh : pucuk batang atau tunas.
d) Kultur pollen,yaitu eksplan berupa benang sari
e) Kultur protoplas,yaitu eksplan berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sel
Gambar tahapan dalam totipotensi sel-sel wortel mulai dari sel floem akar yang diisolasi hingga terbentuk individu baru.
3. Tujuan dan Manfaat Kultur Jaringan.
Beberapa kegunaan kultur jaringan tumbuhan antara lain sebagai berikut :
a) Menghasilkan sejumlah besar tanaman (bibit) yang secara genetik sama,dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat
b) Mendapatkan bibit dengan sifat yang dikehendaki(unggul) dalam waktu relatif singkat
c) Memperbanyak tanaman yang sukar diperbanyak secara tradisionil
d) Membantu memusnahkan penyakit tanaman
e) Mengurangi tekanan musim
f) Melestarikan tanaman-tanaman langka
Kultur jaringan dapat diaplikasikan untuk tujuan tertentu ,antara lain sebagai berikut:
a) Produksi tumbuhan bagi kepentingan pertanian dan perkebunan
b) Produksi zat kimia (metabolit sekunder), misalnya karet,retin,minyak atsiri yang mempunyai nilai ekonomi dalam jumlah lebih banyak
c) Memperoleh tanaman yang mampu tumbuh pada lingkungan yang dikehendaki,misalnya pada lahan dengan salinitas tinggi atau lahan gambut(keasaman tinggi)