JIKA GAGAL MENDAPATKAN SESUATU, HANYA SATU HAL YANG HARUS DILAKUKAN, “COBA LAGI”!!!!!

Senin, 15 Desember 2014

SI KECIL JACKASS “SEDOT” PENGUNJUNG




Gembira Loka Makin Ramai
Liburan sekolah merupakan waktu yang tepat untuk rekreasi. Pada hari Minggu khususnya, pengunjung antusias rekreasi ke Kebun Binatang Gembira Loka. Koleksi satwa yang semakin lengkap dan adanya wahana permainan bagi anak membuat pengunjung berlama-lama di Gembira Loka. Tercatat hingga tahun 2014 ada sekitar 1400 satwa yang dikoleksi.
Dengan penambahan fasilitas yang lengkap, seperti mushola, kantin, wahana permainan, badut, persewaan sepeda, tolilet dan free wifi serta peningkatan pelayanan membuat tempat ini makin ramai pengunjung. Terbukti dengan adanya peningkatan pengunjung dari tahun-ketahun, hingga menembus angka  jutaan orang.
Dalam satu hari saja, ada sekitar seribu pengunjung yang datang. Bahkan, di hari libur meningkat menjadi seribu lima ratus pengunjung.. Pengunjung tidak hanya berasal dari daerah Jogja saja. Jami yang merupakan salah satu pengunjung dari Boyolali mengatakan bahwa ia berserta keluarganya sudah berkunjung sebanyak lima kali.”Koleksi yang semakin lengkap, tempat bersih, dan petugas yang ramah membuat Saya tertarik berkunjung. Selain itu, anak Saya seneng lihat penguin yang lucu,” ujar Jami, Minggu (14/12) kemarin.
Kebanyakan pengunjung yang datang bersama keluarganya. Terlabih lagi anak-anak TK dan SD yang beramai-ramai piknik ke tempat ini. Tak hanya sekedar rekreasi biasa, namun anak-anak juga belajar mengenal berbagai jenis satwa, khususnya yang ada di Indonesia.
Tiket masuk yang disediakan adalah 30 ribu rupiah pada Hari Sabtu dan Minggu, serta Hari Libur Nasional. Berbeda pada hari biasa yaitu 25 ribu. Harga tersebut sebanding dengan fasilitas yang lengkap dan pelayanan yang sangat baik dari petugas.
Kebersihan di kebun binatang ini sangat terjaga. Terlihat hampir diseluruh sudut tempat ini ada tempat sampah dan petugas kebersihan yang selalu standby.  “Saya sangat senang sekali di sini, bisa kerja sambil rekreasi gratis tiap hari” kata Mahsun, salah seorang petugas kebersihan asal Bantul yang sudah bekerja di Gembira Loka sejak 2010 yang lalu.
Setiap hari, Mahsun dan teman-temannya bekerjasama membersihkan seluruh area kebun  binatang yang merupakan salah satu objek wisata yang banyak diminati di Jogja ini. Tempat yang bersih membuat nyaman pengunjung yang datang.

Dua Tahun Kepengurusan, Akhirnya Jackass ada di Jogja
Penguin Jackass yang mempunyai nama latin Speniscus demersus ini akhirnya menghiasi ruang kaca di Gembira Loka. Penguin atau pinguin (ordo Sphenisciformes, famili Spheniscidae) adalah hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang dan secara umum hidup di belahan bumi selatan. Di seluruh dunia terdapat 16 spesies penguin tetapi terdapat tiga spesies yang hidup di daerah tropis, salah satunya yaitu Penguin Afrika atau Penguin Jackass.
Kepengurusan Penguin Jackass ini tidaklah mudah. Mulai dari perijinan, kepengurusan/keeper, perawatannya, hingga kelayakan tempat dan suhu yang memungkinkan penguin ini tinggal. Dengan adanya usaha keras dan penantian selama dua tahun, akhirnya Jackass diijinkan tinggal sehingga menambah kelengkapan koleksi satwa yang ada.
Biaya yang dikeluarkan pun tak tanggung-tanggung, yaitu sebesar 2 Miliar untuk lima ekor Jackass. Jackass yang didatangkan langsung dari Singapura ini memiliki hobi berenang. Penguin yang memiliki berat 7- 8 kilogram ini hanya makan ikan salmon saja, itupun harus impor dari Singapura. Bila diberi salmon lain mereka tidak mau makan.
Rumah barunya pun juga disesuaikan dengan habitat di alamnya. Air yang digunakan adalah air tawar biasa dan suhu yang diperlukan adalah -40˚ Celcius. Ini semua dilakukan demi kesejahteraan Jackass sendiri. Semua satwa yang bertelur akan dikembangbiakan di kebun binatang ini, termasuk juga Penguin Afrika.
Kebun Binatang Gembira Loka merupakan satu-satunya kebun binatang yang memilik koleksi penguin. Hanya orang-orang khusus yang sudah mengikuti studi banding di Singapura yang mampu merawatnya. Seperti binatang lainnya, penguin ini juga mempunyai keeper. Keeper inilah yang selalu mengontrol kondisinya dan memberi makan.
Dalam memberi makan penguin pun tidak sembarangan. Layaknya manusia, Penguin Jackass makan tiga kali sehari. Keeper selalu menjadwal makannya, yaitu jam sepuluh pagi, jam satu siang, dan jam setengah empat sore. Satu ekor Jackass mampu menghabiskan 3-4 ekor ikan salmon tiap satu kali makan atau sampai mereka kenyang.
Dengan hadirnya Penguin Jackass ini, diharapkan pengunjung semakin antusias datang meramaikan Gembira Loka dan menambah kelengkapan satwa. 

#Reportase: I Love Zoo

Rabu, 10 Desember 2014

Hujan pun Menangis



Hujan pun Menangis

Kini… aku sendiri
Tiada yang menemani
Sosok bayangan yang kian menghilang
Ditelan bumi nestapa

Setengah ragaku hilang
Ditinggal pergi
Dia yang selalu ada untukku
Kini hanya bayangan semu
Meninggalkan sejuta kenangan manis
Kisah kasih teman seperjuangan
Basah air membanjiri bumi
Seolah merasakan kesedihanku
Sahabat tercinta pegi jauh di Istana Megah
Taman indah yang disebut Surga

Selamat  jalan kawan, senyummu takkan pernah hilang.

puisiku : Dunia yang Terlupa



Dunia yang terlupa

Lihatlah dunia ini
Penuh dengan sejuta ilusi
Tawa ria menghujani
Dengan derajad yang tinggi, memaki-maki
Yang lemah terinjak-injak, yang kuat berkuasa
Tak pernah sedikitpun memandang titik bawah
Mereka yang tersedu-sedu melihat kekayaan bumi tercinta
Tapi mereka tetap miskin juga
Pendidikan amatlah mimpi tinggi
Jangankan itu, setetes air untuk membasahi tenggorokan sangatlah sulit
Biar, biarkan saja itu terjadi
Bila waktunya tiba, merekalah yang akan menanggungnya

Sabtu, 22 November 2014

Cara Mengolah Lidah Buaya


Kategori : Resep Makanan

Lidah buaya atau  Aloe Vera, selama ini dikenal sebagai salah satu tanaman penghias taman. Bentuknya yang indah dan unik memang menjadikan ia segar dipandang mata. Di balik keelokannya, Aloe Vera juga menyimpan sejuta manfaat bagi manusia. Abad ini, lidah buaya tak lagi dikenal semata-mata sebagai tanaman hias saja. Ia telah dibudidayakan dalam skala besar sebab pangsa pasarnya telah merambah hampir semua lini industri, sebut saja indusri kuliner, pengobatan dan juga kosmetika. Mungkin Anda telah mahfum dengan kosmetika juga obat-obatan berbahan lidah buaya. Lantas bagaimana dengan kuliner? Apa lidah buaya nikmat dikonsumsi? Artikel ini akan menjawab pertanyaan Anda. Kami menyajikan beberapa resep kuliner berbahan utama tanaman ini. Selain nikmat, konsumsi lidah buaya juga dipercaya bisa meningkatkan kesehatan kita. Berikut kami sajikan beberapa cara mengolah lidah buaya khusus untuk Anda. Silahkan dicoba. 


Pengolahan Pertama 


Sebelum daging lidah buaya siap untuk diolah menjadi berbagai macam kulinr, terlebih dahulu Anda harus meracik daging tersebut dengan beberapa bahan sebab memang rasa asli lidah buaya sedikit getir dan berbau. Rasa ini akan membuat olahan lidah buaya Anda kurang nikmat. Bagimana
 cara mengolah lidah buaya agar rasanya pas? Berikut langkah demi langkahnya: 
1.        Pertama cuci lidah buaya Anda sampai bersih. Dan kemudian pisahkan kulit lidah buaya dengan daging dalamnya yang berlendir.
2.       Kemudian cuci daging lidah buaya dengan air bersih dan mengalir agar lendirnya hilang. Selanjutnya, potong dadu.
3.       Rendam daging lidah buaya tersebut dengan larutan air garam selama 20 menit. Setelah cukup, bilas lagi. Jika belum bersih, Anda bisa mengulangi langkah ini beberapa kali.
4.       Setelah lidah buaya bebas dari lendir dan bau, dagingnya kemudian direbus di air mendidih dengan durasi kira-kira 15 menit. Tambahkan juga dua atau tiga simpul daun pandan agar lidah buaya lebih nikmat.
Daging lidah buaya yang telah diolah tersebut siap untuk Anda racik menjadi beberapa jenis minuman dan makanan nikmat. Jika Anda menyukai jus, berikut kami sajikan cara mengolah lidah buaya menjadi jus nikmat dan segar: 

Siapkan bahan-bahan berupa:
 
1.        Daging lidah buaya secukupnya.
2.       Batu es secukupnya.
3.       Air perasan lemon, 1 sendok teh.
4.       Madu kental sebanyak 3 sendok makan.
5.       Buah tambahan, bisa jeruk, anggur atau buah dengan citrus lainnya.
Cara membuat jus lidah buaya: 

Masukkan potongan daging lidah buaya ke dalam mesin blender bersama dengan buah tambahan misalnya anggur. Campur juga dengan bahan-bahan lainnya seperti batu es, madu dan juga air perasan lemon. Nyalakan mesin dan blender semua bahan hingga lumat sempurna. Selanjutnya, jus telah jadi dan siap Anda nikmati.
 

Masih ada banyak
 cara mengolah lidah buaya lainnya. Anda bisa mengkreasikannya sesuai dengan selera dan kegemaran Anda sehingga manfaat lidah buaya dapat diperoleh secara maksimal. Penganan berbahan utama lidah buaya cukup nikmat dan tentu sehat. 


Cara Teknis Budidaya Tanaman Lidah Buaya

Senin, 5 Mei 2014 | Dibaca 627 kali
Url Beritahttp://analisadaily.com/assets/image/share_button/facebook.pnghttp://analisadaily.com/assets/image/share_button/twitter.pnghttp://analisadaily.com/assets/image/share_button/email.pnghttp://analisadaily.com/assets/image/share_button/print.png
http://analisadaily.com/assets/image/news/2014/05/2014050423142813992200685366676473b141.jpg
Foto/Int
ALOEVERA sangat cocok dikembangkan di daerah tropis seperti Indonesia. Berikut cara teknis budidaya tanaman ini.
Penyediaan  Bibit. Spesies tanaman lidah buaya di Kalimantan Barat adalah Aloe vera (L.) Webb. Pengadaan bibit diperoleh hanya dengan memisahkan dan mengumpulkan anakannya yang tumbuh (5-8   batang) di sekeliling tanaman induknya, berukuran kira-kira sebesar ibu jari.   
Anakan tersebut kemudian didederkan terlebih dahulu dipesemaian beratap hingga didapatkan bibit yang selanjutnya diseleksi ukurannya untuk mendapatkan yang berukuran seragam dan memenuhi syarat (3-4 minggu dipesemaian, tinggi bibit 10-20 cm).
Pupuk kandang atau   kompos biasanya digunakan untuk menyiapkan bedengan pesemaian yang  subur. Pemeliharaan semaian dilakukan dengan  seksama, di antaranya dengan    melakukan penyiraman    dan pengendalian hama penyakit dan gulmanya   apabila diperlukan.   
Petani dapat pula menyiapkan kebun lidah buaya  yang  khusus  untuk  sumber anakan. Polibag bisa digunakan untuk menggantikan bedengan  pesemaian.
Bibit lidah buaya dapat   pula diperoleh dengan   menggunakan stek batang. Namun, karena batang  tanaman ini pendek, tidak  banyak bibit yang dapat dihasilkan dari stek tersebut. Bibit dapat pula diperoleh dari anakan yang tumbuh di sekitar tanaman hasil peremajaan, yakni yang dipotong batangnya setinggi permukaan tanah.
Pembukaan  Lahan
Pembukaan lahan dimulai dengan memotong    semak-semak (dan  pohon-pohon jika ada), menggali    perakarannya, dilanjutkan dengan membakar seluruh    biomas tersebut (di masa depan disarankan agar petani tidak melakukan  pembakaran biomas, melainkan  mengomposkannya).
Selanjutnya dibuat jalan kebun disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya terletak di tengah-tengah kebun selebar 2 meter agar gerobak dorong dapat dengan leluasa bergerak mencapai kebun dari jalan utama.
Pembersihan Lahan
Lahan dibersihkan dari   sisa-sisa biomas pasca pembakaran dan bebatuan yang ada. Sisa-sisa biomas dan bebatuan tersebut disingkirkan dari lahan produksi  agar tidak menjadi sumber  infeksi jasad pengganggu tanaman atau menjadi gangguan dalam penyiapan  lahan selanjutnya.
Selanjutnya dibuat parit keliling, selebar 60-75 cm dan   sedalam 100 cm dibuat di sekeliling lahan, berfungsi sebagai batas kebun lidah buaya dan sebagai saluran drainase. Kondisi parit dipertahankan agar dapat memenuhi fungsinya dengan cara diperbaiki bilamana mengalami kerusakan atau  pendangkalan.
Selanjutnya penyiapan bidang tanam, yakni tanah dicangkul hingga gembur sebelum dibuat bedengan tanam atau langsung ditanami dengan lidah buaya. Uukurannya disesuaikan dengan jarak tanam lidah buaya, misalnya berukuran lebar 120 cm dan tinggi 30 cm, dengan panjang  tergantung pada kondisi lahan.
Setelah pencangkulan selesai, abu bakaran hasil    pembukaan lahan atau yang didatangkan dari luar kebun ditabur merata  (1.5-2.0 kg m2)  di permukaan  bedengan.
Di  lahan gambut, seperti Kota Pontianak, petani umumnya tidak membuat bedengan tanam. Bedengan tanam akan terbentuk dengan sendirinya bilamana petani membumbun tanamannya atau   meninggikan tanah tempat tumbuh tanaman tersebut bilamana batangnya semakin tinggi.
Selanjutnya dibuat lubang  tanam sedalam  bilah cangkul (20 cm)  dipersiapkan dengan jarak tanam tertentu (misalnya jarak antar barisan 1-1.5 m dan jarak dalam barisan 0.8-1.0m).  Demikian  pula, lubang untuk penyimpanan pupuk dibuat di samping lubang tanam.
Kemudian, bibit dipilih yang    paling seragam pertumbuhannya, diambil (berikut tanahnya) dengan hati-hati dari bedengan persemaian atau dilepaskan berikut tanahnya dari polibag  pesemaian, kemudian  diletakkan di dalam lubang tanam yang telah dipersiapkan, dikubur, dan dipadatkan tanahnya.
Pemupukan harus dilakukan sesuai dengan takaran untuk menunjang pertumbuhan lidah buaya lebih baik.
Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman mencakup kegiatan penyulaman, penyiraman, pemupukan, pengendalian hama-penyakit, pengendalian gulma, pembuangan daun busuk, penyobekan, dan pembumbunan tanaman.
Penyulaman tanaman    dilakukan menggunakan bibit    yang seumur, yang ditinggalkan  di pesemaian untuk tujuan ini.  Penyulaman dilakukan sesegera mungkin jika ada tanaman yang  mati, biasanya 1-3 minggu  setelah tanam agar tidak ada    tanaman sulaman yang    tertinggal pertumbuhannya.
Kelembaban tanah dipertahankan dengan penyiraman jika dianggap perlu (tidak  turun  hujan). Pemupukan ulang  juga perlu dilakukan.
Pengendalian  hama  penyakit  dilakukan   sesuai   keperluan. Hama yang biasa menyerang lidah buaya di kebun  petani adalah ulat daun atau  bekicot. Ulat dikendalikan  secara kimiawi, sedangkan  bekicot dikumpulkan secara  manual untuk dibunuh. Penyakit yang umum adalah busuk pangkal batang yang disebabkan oleh cendawan    Fusarium sp. Pengendaliannya  menggunakan fungisida seperti   Dithane M-45 dan Benlate dengan   konsentrasi 2 g/liter.
Pada umumnya petani    menganggap serangan hama-penyakit tidak berpengaruh  banyak pada penurunan hasil  daun.
Gulma dikendalikan  dengan herbisida yang sesuai atau dicabut oleh petani secara   manual sepanjang umur tanaman.   
Pembuangan daun yang busuk dilakukan setidaknya bersamaan waktunya dengan pemanenan    untuk menjaga kesehatan tanaman. Penyobekan adalah kegiatan    pemisahan anakan yang tumbuh    di sekitar tanaman sejak tanaman   berumur 5-6 bulan agar pertumbuhan tanaman induknya tidak   terganggu (kerdil). Penyobekan   dilakukan secara hati-hati dengan  pisau  tajam  akar  tidak  merusak  perakaran  tanaman  induknya.  Hasil sobekan  dapat  dimanfaatkan  untuk  sumber  bibit,  didederkan di pesemaian.
Panen
Panen pertama daun lidah buaya dapat dilakukan pada tanaman berumur 8-12 bulan tergantung pada keadaan penampakan daunnya, apakah telah memenuhi persyaratan atau belum. Penampakan daun tersebut dipengaruhi oleh kesuburan tanah: daun berukuran besar jika tanahnya subur, jika kecil kesuburan tanah  kurang. Daun yang dipanen adalah 1-2 helai yang paling tua/paling bawah di pohonnya.  Kualifikasi mutu  daun yang dapat dipanen ini telah   mencapai bobot minimal 0.4 kg   (memenuhi kelas  mutu  B)