Lidah buaya atau Aloe
Vera, selama ini dikenal sebagai salah satu tanaman penghias taman. Bentuknya
yang indah dan unik memang menjadikan ia segar dipandang mata. Di balik
keelokannya, Aloe Vera juga menyimpan sejuta manfaat bagi manusia. Abad ini,
lidah buaya tak lagi dikenal semata-mata sebagai tanaman hias saja. Ia telah
dibudidayakan dalam skala besar sebab pangsa pasarnya telah merambah hampir
semua lini industri, sebut saja indusri kuliner, pengobatan dan juga kosmetika.
Mungkin Anda telah mahfum dengan kosmetika juga obat-obatan berbahan lidah
buaya. Lantas bagaimana dengan kuliner? Apa lidah buaya nikmat dikonsumsi?
Artikel ini akan menjawab pertanyaan Anda. Kami menyajikan beberapa resep
kuliner berbahan utama tanaman ini. Selain nikmat, konsumsi lidah buaya juga
dipercaya bisa meningkatkan kesehatan kita. Berikut kami sajikan beberapa cara mengolah lidah buaya khusus
untuk Anda. Silahkan dicoba.
Pengolahan Pertama
Sebelum daging lidah buaya siap untuk diolah menjadi berbagai macam kulinr,
terlebih dahulu Anda harus meracik daging tersebut dengan beberapa bahan sebab
memang rasa asli lidah buaya sedikit getir dan berbau. Rasa ini akan membuat
olahan lidah buaya Anda kurang nikmat. Bagimana cara
mengolah lidah buaya agar
rasanya pas? Berikut langkah demi langkahnya:
1.
Pertama cuci lidah buaya Anda sampai bersih. Dan kemudian pisahkan
kulit lidah buaya dengan daging dalamnya yang berlendir.
2.
Kemudian cuci daging lidah buaya dengan air bersih dan mengalir
agar lendirnya hilang. Selanjutnya, potong dadu.
3.
Rendam daging lidah buaya tersebut dengan larutan air garam selama
20 menit. Setelah cukup, bilas lagi. Jika belum bersih, Anda bisa mengulangi
langkah ini beberapa kali.
4.
Setelah lidah buaya bebas dari lendir dan bau, dagingnya kemudian
direbus di air mendidih dengan durasi kira-kira 15 menit. Tambahkan juga dua
atau tiga simpul daun pandan agar lidah buaya lebih nikmat.
Daging lidah buaya yang
telah diolah tersebut siap untuk Anda racik menjadi beberapa jenis minuman dan
makanan nikmat. Jika Anda menyukai jus, berikut kami sajikan cara mengolah
lidah buaya menjadi jus nikmat dan segar:
Siapkan bahan-bahan berupa:
1.
Daging lidah buaya secukupnya.
2.
Batu es secukupnya.
3.
Air perasan lemon, 1 sendok teh.
4.
Madu kental sebanyak 3 sendok makan.
5.
Buah tambahan, bisa jeruk, anggur atau buah dengan citrus lainnya.
Cara membuat jus lidah buaya:
Masukkan potongan daging lidah buaya ke dalam mesin blender bersama dengan buah
tambahan misalnya anggur. Campur juga dengan bahan-bahan lainnya seperti batu
es, madu dan juga air perasan lemon. Nyalakan mesin dan blender semua bahan
hingga lumat sempurna. Selanjutnya, jus telah jadi dan siap Anda nikmati.
Masih ada banyak cara
mengolah lidah buaya lainnya.
Anda bisa mengkreasikannya sesuai dengan selera dan kegemaran Anda sehingga manfaat lidah buaya dapat
diperoleh secara maksimal. Penganan berbahan utama lidah buaya cukup nikmat dan
tentu sehat.
Cara Teknis Budidaya Tanaman
Lidah Buaya
Senin, 5 Mei 2014 | Dibaca 627 kali
Foto/Int
ALOEVERA sangat cocok dikembangkan di
daerah tropis seperti Indonesia. Berikut cara teknis budidaya tanaman ini.
Penyediaan
Bibit. Spesies tanaman lidah buaya di Kalimantan Barat adalah Aloe vera (L.)
Webb. Pengadaan bibit diperoleh hanya dengan memisahkan dan mengumpulkan
anakannya yang tumbuh (5-8 batang) di sekeliling tanaman induknya,
berukuran kira-kira sebesar ibu jari.
Anakan
tersebut kemudian didederkan terlebih dahulu dipesemaian beratap hingga didapatkan
bibit yang selanjutnya diseleksi ukurannya untuk mendapatkan yang berukuran
seragam dan memenuhi syarat (3-4 minggu dipesemaian, tinggi bibit 10-20 cm).
Pupuk
kandang atau kompos biasanya digunakan untuk menyiapkan bedengan
pesemaian yang subur. Pemeliharaan semaian dilakukan dengan
seksama, di antaranya dengan melakukan
penyiraman dan pengendalian hama penyakit dan
gulmanya apabila diperlukan.
Petani dapat
pula menyiapkan kebun lidah buaya yang khusus untuk
sumber anakan. Polibag bisa digunakan untuk menggantikan bedengan
pesemaian.
Bibit lidah
buaya dapat pula diperoleh dengan menggunakan stek
batang. Namun, karena batang tanaman ini pendek, tidak banyak bibit
yang dapat dihasilkan dari stek tersebut. Bibit dapat pula diperoleh dari
anakan yang tumbuh di sekitar tanaman hasil peremajaan, yakni yang dipotong
batangnya setinggi permukaan tanah.
Pembukaan
Lahan
Pembukaan
lahan dimulai dengan memotong semak-semak (dan
pohon-pohon jika ada), menggali perakarannya, dilanjutkan
dengan membakar seluruh biomas tersebut (di masa depan
disarankan agar petani tidak melakukan pembakaran biomas, melainkan
mengomposkannya).
Selanjutnya
dibuat jalan kebun disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya terletak di
tengah-tengah kebun selebar 2 meter agar gerobak dorong dapat dengan leluasa
bergerak mencapai kebun dari jalan utama.
Pembersihan
Lahan
Lahan
dibersihkan dari sisa-sisa biomas pasca pembakaran dan bebatuan
yang ada. Sisa-sisa biomas dan bebatuan tersebut disingkirkan dari lahan
produksi agar tidak menjadi sumber infeksi jasad pengganggu tanaman
atau menjadi gangguan dalam penyiapan lahan selanjutnya.
Selanjutnya
dibuat parit keliling, selebar 60-75 cm dan sedalam 100 cm dibuat
di sekeliling lahan, berfungsi sebagai batas kebun lidah buaya dan sebagai
saluran drainase. Kondisi parit dipertahankan agar dapat memenuhi fungsinya
dengan cara diperbaiki bilamana mengalami kerusakan atau pendangkalan.
Selanjutnya
penyiapan bidang tanam, yakni tanah dicangkul hingga gembur sebelum dibuat
bedengan tanam atau langsung ditanami dengan lidah buaya. Uukurannya
disesuaikan dengan jarak tanam lidah buaya, misalnya berukuran lebar 120 cm dan
tinggi 30 cm, dengan panjang tergantung pada kondisi lahan.
Setelah
pencangkulan selesai, abu bakaran hasil pembukaan lahan atau
yang didatangkan dari luar kebun ditabur merata (1.5-2.0 kg m2) di
permukaan bedengan.
Di
lahan gambut, seperti Kota Pontianak, petani umumnya tidak membuat bedengan
tanam. Bedengan tanam akan terbentuk dengan sendirinya bilamana petani
membumbun tanamannya atau meninggikan tanah tempat tumbuh tanaman
tersebut bilamana batangnya semakin tinggi.
Selanjutnya
dibuat lubang tanam sedalam bilah cangkul (20 cm)
dipersiapkan dengan jarak tanam tertentu (misalnya jarak antar barisan 1-1.5 m
dan jarak dalam barisan 0.8-1.0m). Demikian pula, lubang untuk
penyimpanan pupuk dibuat di samping lubang tanam.
Kemudian,
bibit dipilih yang paling seragam pertumbuhannya, diambil
(berikut tanahnya) dengan hati-hati dari bedengan persemaian atau dilepaskan
berikut tanahnya dari polibag pesemaian, kemudian diletakkan di
dalam lubang tanam yang telah dipersiapkan, dikubur, dan dipadatkan tanahnya.
Pemupukan
harus dilakukan sesuai dengan takaran untuk menunjang pertumbuhan lidah buaya
lebih baik.
Pemeliharaan
Tanaman
Pemeliharaan
tanaman mencakup kegiatan penyulaman, penyiraman, pemupukan, pengendalian
hama-penyakit, pengendalian gulma, pembuangan daun busuk, penyobekan, dan
pembumbunan tanaman.
Penyulaman
tanaman dilakukan menggunakan bibit yang
seumur, yang ditinggalkan di pesemaian untuk tujuan ini. Penyulaman
dilakukan sesegera mungkin jika ada tanaman yang mati, biasanya 1-3
minggu setelah tanam agar tidak ada tanaman sulaman
yang tertinggal pertumbuhannya.
Kelembaban
tanah dipertahankan dengan penyiraman jika dianggap perlu (tidak
turun hujan). Pemupukan ulang juga perlu dilakukan.
Pengendalian
hama penyakit dilakukan sesuai keperluan.
Hama yang biasa menyerang lidah buaya di kebun petani adalah ulat daun
atau bekicot. Ulat dikendalikan secara kimiawi, sedangkan
bekicot dikumpulkan secara manual untuk dibunuh. Penyakit yang umum
adalah busuk pangkal batang yang disebabkan oleh cendawan
Fusarium sp. Pengendaliannya menggunakan fungisida seperti
Dithane M-45 dan Benlate dengan konsentrasi 2 g/liter.
Pada umumnya
petani menganggap serangan hama-penyakit tidak
berpengaruh banyak pada penurunan hasil daun.
Gulma
dikendalikan dengan herbisida yang sesuai atau dicabut oleh petani
secara manual sepanjang umur tanaman.
Pembuangan
daun yang busuk dilakukan setidaknya bersamaan waktunya dengan
pemanenan untuk menjaga kesehatan tanaman. Penyobekan adalah
kegiatan pemisahan anakan yang tumbuh di
sekitar tanaman sejak tanaman berumur 5-6 bulan agar pertumbuhan
tanaman induknya tidak terganggu (kerdil). Penyobekan
dilakukan secara hati-hati dengan pisau tajam akar
tidak merusak perakaran tanaman induknya. Hasil
sobekan dapat dimanfaatkan untuk sumber
bibit, didederkan di pesemaian.
Panen
Panen
pertama daun lidah buaya dapat dilakukan pada tanaman berumur 8-12 bulan
tergantung pada keadaan penampakan daunnya, apakah telah memenuhi persyaratan
atau belum. Penampakan daun tersebut dipengaruhi oleh kesuburan tanah: daun
berukuran besar jika tanahnya subur, jika kecil kesuburan tanah kurang.
Daun yang dipanen adalah 1-2 helai yang paling tua/paling bawah di
pohonnya. Kualifikasi mutu daun yang dapat dipanen ini
telah mencapai bobot minimal 0.4 kg (memenuhi
kelas mutu B)